Selasa, 10 Mei 2022

Pembantu Binal Yang Haus Cerita Sex


Pembantu binal


Bi Erni sdh lumayan lama jadi cerita sex pembantu di rumah Tuan Santoso. Ini ialah thn ketiga dia bekerja di situ. Bi Erni merasa kerasan krn keluarga Tuan Santoso lumayan baik memperlakukannya apalagi membagikan lebih dokter apa yang diharapkan oleh seseorang pembantu.


. Bi Erni siuman hendak perihal ini, paling utama hendak kebaikan Tuan Santoso, yang dianggapnya sangat kelewatan. Tetapi dia tidak begitu memikirkannya. ...




Sejauh hidupnya terjamin, iapun bisa menabung kelebihannya buat jaminan hari tua. Masalah kelakuan Tuan Santoso yang senantiasa memohon dilayani bila kebetulan istrinya tidak terdapat di rumah, itu merupakan masalah lain.....






. Dia tidak memperdulikannya apalagi turut menikmati pula. Pembantu binal Pembantu binal ngentot tuan muda Meski orang kampung, Bi Erni terkategori perempuan yang menarik. Umurnya tidak sangat tua, dekat 30 thnan




. Penampilannya tidak semacam wanita desa. Dia pandai menjaga badannya sehingga terlihat masih sintal serta menggairahkan. Apalagi Tuan Santoso sangat tergila- gila memandang kedua payudaranya yang montok serta kenyal.



  Kulitnya agak hitam tetapi terpelihara bersih serta halus. Soal wajah walaupun tidak terkategori menawan tetapi mempunyai energi tarik tertentu. Sensual!


 Begitu kata Tuan Santoso dikala awal kali mereka bercinta di balik dapur sesuatu kala. Dlm umurnya yang tidak terkategori muda ini, Bi Erni janda yang sdh lama ditinggal suami masih mempunyai gairah yang besar krn nyatanya tidak hanya berselingkuh dgn majikannya, 



dia sempat bercinta pula dgn Kang Muslih, Satpam penjaga rumah. Perselingkuhan nya dgn Kang Muslih berawal kala dia lama ditinggalkan oleh Tuan Santoso yang lagi berangkat ke luar negara sepanjang sebulan penuh. Sepanjang itu pula Bi Erni merasa kesepian, tidak terdapat lelaki yang mengisi kekosongannya.


 Apalg di dikala itu hawa malam terasa begitu menusuk tulang. Tidak tahan oleh gairahnya yang meletup- letup, dia nekat menggoda Satpam itu buat diajak ke atas ranjangnya di kamar balik.


 Malam itu, Bi Erni kembali tidak bsa tidur. Dia risau tidak menentu. Bergulingan di atas ranjang. Badannya menggigil saking tidak tahannya menahan gelora gairah seksnya yang menggebu- gebu. 


 Malam ini dia tidak bisa jadi menantikan kedatangan Tuan Santoso dlm pelukannya krn istrinya terdapat di rumah. Perasaannya terus menjadi gundah kala membayangkan dikala itu Tuan Santoso tengah menggauli istrinya. Seseorang Pembantu Binal Yang Haus Cerita Sex Dia bayangkan istrinya itu tentu hendak tersengal- sengal mengalami serangan Tuan Santoso yang mempunyai’ senjata’ dahsyat. 




Bayangan batang Batang Rudal Tuan Santoso yang besar serta panjang itu dan keperkasaannya terus menjadi membuat Bi Erni nelangsa menahan nafsu syahwatnya sendiri. Sesungguhnya terpikir buat memanggil Kang Muslih buat menggantikannya tetapi dia tidak berani sepanjang majikannya terdapat di rumah. Jika ketahuan sirna sdh dampaknya nasib mereka nantinya






. Kesimpulannya Bi Erni cuma bsa meringik sendiri di ranjang hingga tidak terasa gairahnya terbawa tidur. Dlm mimpinya Bi Erni merasakan gerayangan lembut ke sekujur badannya. 



Dia menggeliat penuh kenikmatan atas sentuhan jemari perkasa kepunyaan Tuan Santoso. Menggerayang melucuti kancing pakaian tidurnya sampai terbuka lebar, mempertontonkan kedua buah dadanya yang mengkal pdt berisi.



 Tanpa siuman Bi Erni mengigau sembari membusungkan dadanya. “ Remas.. uugghh.. isep putingnya.. aduuhh enaknya..” Kedua tangan Bi Erni memegang kepala itu serta membenamkannya ke dadanya. Badannya menggeliat menjajaki jilatan di kedua putingnya. Bi Erni terengah- engah saking menikmati sedotan serta remasan di kedua payudaranya, sampai- sampai dia terbangun dokter mimpinya. 



Lama- lama dia membuka kedua matanya sembari merasakan mimpinya masih terasa walaupun sdh terbangun. Sehabis matanya terbuka, dia baru siuman kalau nyatanya dia tidak lagi mimpi.



 Dia menengok ke dasar serta nyatanya terdapat seorang tengah menggumuli bukit kembarnya dgn penuh nafsu. Dia mengira Tuan Santoso yang lagi mencumbuinya. Dlm hati dia bersorak kegirangan sekalian heran atas keberanian majikannya ini walaupun si istri terdapat di rumah



. Apa tidak khawatir kethan. Seketika dia sendiri yang merasa ketakutan. Gimana jika istrinya tiba? 




Bi Erni langsung bangkit serta mendesak badan yang menindihnya serta hendak menegaskan Tuan Santoso hendak suasana yang tidak membolehkan ini. Tetapi blm pernah perkataan keluar, dia memandang nyatanya orang itu bukan Tuan Santoso?! Yang lebih mengejutkannya lg nyatanya orang itu tidak lain merupakan Santoso, putra tunggal majikannya yang masih dewasa 15 thnan!? 




 “ Den Santoso?!” pekiknya sembari menahan suaranya.“ Den mengapa di kamar Bibi?” tanyanya lg kebimbangan memandang wajah Santoso yang merah pdm. Bisa jadi krn birahi bercampur malu kethan kelakuan nakalnya. 




 Seseorang Pembantu Binal “ Bi.. ngghh.. anu.. ma- maafin Santoso..” katanya dgn suara memelas. Kepalanya tertunduk tidak berani memandang wajah Bi Erni.“ Tetapi.. barusan nga.. mengapa?” tanyanya lg krn tidak sempat menyangka anak majikannya berani berbuat semacam itu pdnya. “ Santoso.. ngghh.. sebelumnya ingin memohon tolong Bibi bikinin minuman..” katanya menarangkan.



“ Tetapi waktu liat Bibi lg tidur sembari menggeliat- geliat.. ngghh.. Santoso tidak tahan..” katanya setelah itu.“ Oohh.. Den Santoso.. itu tidak boleh. Nanti jika kethan Papa Mama gimana?” Tanya Bi Erni.“ Santoso th itu salah.. tetapi.. ngghh..” jawab Santoso ragu- ragu




.“ Tetapi mengapa?” Tanya Bi Erni penasaran“ Santoso pengen seperti Kang Muslih..” jawabnya setelah itu. Kepala Bi Erni bagaikan disamber geledek mendengar perkataan Santoso. Berarti ia th perbuatannya dgn Satpam itu, kata hatinya panik. Baca Pula: 



Terjebak hutang budi dengan atasan Wah gimana ini?“ Mengapa Den Santoso pengen itu?” tanyanya setelah itu dgn lembut.“ Santoso kerap ngebayangin Bibi.. pula.. ngghh.. anu..”


“ Anu apa?” desak Bi Erni kian penasaran. “ Santoso suka ngintip.. Bibi lg mandi,” akunya sembari melirik ke arah baju tidur Bi Erni yang sdh terbuka lebar. .




Santoso melenguh panjang melihat bukit kembar montok yang menggantung tegak di dada pengasuhnya itu. Bi Erni dgn refleks merapikan bajunya buat menutupi dadanya yang telanjang. Kurang ajar mata anak bau kencur ini, gerutu Bi Erni dlm hati. Tidak jauh beda dgn Ayahnya.“ Boleh khan Bi?” kata Santoso setelah itu.“ Boleh apa?” sentak Bi Erni mulai sewot. 


 “ Boleh itu.. ngghh.. anu.. seperti tadi..” pinta Santoso tanpa rasa bersalah seraya mendekati kembali Bi Erni.“ Den Santoso jgn kurang ajar begitu sama wanita..,”



 katanya seraya mundur menghindari anak itu. “ Tidak boleh!”“ Kok Kang Muslih boleh? Nanti Santoso bilangin lho..” 


kata Santoso mengecam.“ Eh jgn! Tidak boleh bilang ke siapa- siapa..” kata Bi Erni panik.“ Jika gitu boleh dong Santoso?” Kurang ajar bener anak ini, berani- beraninya mengecam, makinya dlm hati. Tetapi gimana jika dia bilang- bilang sama orang lain..






 Oh Jgn. Seseorang Pembantu Jgn hingga! Bi Erni berpikir keras gimana triknya supaya anak ini bisa dipahami supaya tidak cerita kepd yang lain. 





Bi Erni kemudian tersenyum kepd Santoso seraya mencapai tangannya.“ Den Santoso ingin pegang ini?” katanya setelah itu sembari menyimpan tangan Santoso ke atas buah dadanya. 



 “ Iya.. ii- iiya..,” katanya sembari menggerenyotkan bibir gembira. Santoso meremas kedua bukit kembar kepunyaan Bi Erni dgn leluasa serta sepuas- puasnya. “ Gimana Den..



 lezat tidak?” Tanya Bi Erni sembari melirik wajah anak itu.“ Tampan pula anak ini, walaupun masih ingusan tetapi dia senantiasa seseorang lelaki pula”, pikir Bi Erni



. Bukankah tadi dia merindukan kedatangan seseorang lelaki buat memuaskan rasa dahaga yang demikian menggelegak? 



Bisa jadi saja anak ini tidak cocok dgn apa yang diharapkan, namun dokter pd tidak sama sekali? 


 Sehabis beranggapan semacam itu, Bi Erni jadi penasaran. Mau th gimana rasanya bercinta dgn anak di dasar usia. Pastinya masih polos, lugu serta butuh diajarkan. Mengingat ini perihal Bi Erni jadi terangsang.


 Keinginannya buat bercinta terus menjadi menggebu- gebu. Jika saja lelaki ini merupakan Tuan Santoso, pastinya sdh dia terkam semenjak tadi serta menggumuli batang Batang Rudalnya buat memuaskan nafsunya yang sdh ke ubun- ubun. Tetapi tunggu dahulu


. Dia masih kanak- kanak. Jgn hingga dia kaget serta malah hendak buatnya ketakutan. Kemudian dia perkenankan Santoso meremas- remas buah dadanya semau hati. 


Dadanya terencana dibusungkan supaya anak ini bisa memandang dgn jelas keelokan buah dadanya yang sangat dibanggakan. Santoso berupaya memilin- milin putingnya sembari melirik ke wajah Bi Erni yang terlihat meringis semacam menahan suatu.“ Sakit Bi?”


 tanyanya.“ Tidak Den. Terus aja. Jgn menyudahi. Ya begitu.. terus sembari diremas.. uugghh..” Santoso menjajaki seluruh perintah Bi Erni. Dia menikmati sekali remasannya. 


Begitu kenyal, montok serta oohh asik sekali! Pikir Santoso dlm hati. Entah mengapa seketika dia mau mencium buah dada itu serta mengemot putingnya semacam kala dia masih balita.


 Bi Erni terperanjat hendak pergantian ini sekalian bahagia krn walaupun sedotan itu tidak semahir lelaki dewasa tetapi lumayan buatnya terangsang hebat. 


Apalg tangan Santoso satunya lg sdh mulai berani mengelus- elus pahanya serta merambat naik di balik pakaian tidurnya. Perasaan Bi Erni seraya melayang dgn cumbuan ini. ...


Dia sdh tidak tabah menunggu gerayangan tangan Santoso di balik roknya lekas hingga ke pangkal pahanya. Tetapi nampaknya tidak sampai- sampai. 



Kesimpulannya Bi Erni mendesak tangan itu menyusup lebih dlm serta langsung memegang wilayah sangat sensitive. Pembantu Binal Bi Erni memanglah tidak sempat mengenakan baju dlm jika lagi tidur.“


 Tidak leluasa”, katanya. Santoso terperanjat begitu jemarinya memegang wilayah yang terasa begitu hangat serta lembab. Nyaris saja dia menarik lg tangannya jika tidak ditahan oleh Bi Erni.“ Tidak apa- apa.. pegang aja.. pelan- pelan.. ya.. terus.. begitu.. ya.. teruusshh.. uggh Den enaak!”

. Santoso semangat mendengar erangan Bi Erni yang begitu memicu. Sembari terus mengemot puting susunya, jemarinya mulai berani mempermainkan bibir kemaluan Bi Erni. Terasa hangat serta sedikit basah. Dicoba- cobanya menusuk celah di antara bibir itu. Terdengar Bi Erni melenguh. Santoso meneruskan tusukannya. Cairan yang mulai rembes di wilayah itu membuat jari Santoso gampang melesak ke dlm serta terus terus menjadi dlm.“ Akhh.. Den masukin terusshh.. ya begitu. Oohh Den Santoso pinter!” 


desah Bi Erni mulai meracau perkataannya saking hebatnya rangsangan ke sekujur badannya. Sembari terus menyuruh Santoso berbuat ini serta itu..
.



 Tangan Bi Erni mulai menggerayang ke badan Santoso. Pertama- tama dia lucuti baju atasnya setelah itu membebaskan ikat pinggangnnya serta langsung merogoh ke balik celana dlm anak itu.“


 Mmmpphh..”, desah Bi Erni begitu merasakan batang Batang Rudal anak itu sdh keras semacam baja. Dia melirik ke dasar serta memandang batang Santoso mengacung tegang sekali. 




Boleh pula anak ini. Walaupun tidak sebesar ayahnya, tetapi lumayan besar buat dimensi anak seumurnya. Tangan Bi Erni mengocok lama- lama batang itu. Santoso melenguh keenakan.“.....






 Oouhhgghh.. Bii.. uueeanaakkhh!” pekik Santoso lama- lama. Bi Erni tersenyum bahagia melihatnya. Anak ini terus menjadi menggemaskan saja. Baca Pula: Cerita sex menikmati memek frida yang nikmat Kepolosan serta keluGuennya membuat Bi Erni terus menjadi terangsang serta tidak tahan mengalami emotan bibirnya di puting susunya serta gerakan jemarinya di dlm liang mem*knya. 






Rasanya dia tidak kokoh menahan desakan hebat dokter dlm dirinya. Badannya bergetar.. kemudian.., Bi Erni merasakan semburan hangat dokter dlm dirinya berulang kali. Dia sdh orgasme. 





Heran pula. Tidak semacam umumnya dia sedini itu menggapai puncak kenikmatan. Entah mengapa. Bisa jadi krn dokter tadi dia sdh terlanjur bernafsu ditambah pengalaman baru dgn anak di dasar usia, sudah buatnya kilat orgasme. 



 Santoso terperangah melihat ekspresi wajah Bi Erni yang terlihat begitu menikmatinya. Guncangan badannya membuat Santoso menghentikan gerakannya. Dia terpesona melihatnya. Dia khawatir malah membuat Bi Erni kesakitan.“ Bi? Bibi mengapa? Tidak apa- apa khan?” 




tanyanya demikian polos.“ Tidak sayang.. Bibi malah lagi menikmati perbuatan Den Santoso,” demikian kata Bi Erni seraya menciumi wajah tampan anak itu. PEMBANTU Dgn penuh nafsu, bibir Santoso dikulum, 




dijilati sedangkan kedua tangannya menggerayang ke sekujur badan anak muda ini. Santoso bahagia memandang kegarangan Bi Erni. Dia balas melanda dgn meremas- remas kedua buah dada pengasuhnya ini, kemudian mempermainkan putingnya.“ Aduh Den..




 lezat sekali. Den Santoso pinter.. uugghh!” erang Bi Erni kenikmatan. Bi Erni betul- betul menggemari anak ini. Dia mau membagikan yang terbaik buat majikan mudanya ini. Mau membagikan kenikmatan yang tidak hendak sempat dia lupakan. Dia percaya Santoso masih perjaka tulen. Bi Erni terus menjadi terangsang membayangkan nikmatnya semburan cairan sperma perjaka. Kemudian dia mendesak badan Santoso sampai telentang lurus di ranjang serta mulai menciuminya dokter atas sampai dasar. Lidahnya menyapu- nyapu di dekat kemaluan Santoso. Melumat batang yang sdh tegak bagai besi tiang pancang serta megulumnya dgn penuh nafsu. Badan Santoso berguncang keras merasakan nikmatnya cumbuan yang begitu lihai. Terlebih dikala lidah Bi Erni mempermainkan biji pelernya, setelah itu melata- lata ke sekujur batang kemaluannya.


 Santoso merasakan bagian dasar perutnya berkedut- kedut akibat jilatan itu. Apalagi saking enaknya, Santoso merasa tidak mampu lg menahan desakan yang hendak menyembur dokter ujung moncong kemaluannya. 


Bi Erni warnanya merasakan perihal itu. Dia tidak menginginkannya. Dgn kilat dia membebaskan kulumannya serta langsung menekan pangkal batang kemaluan Santoso sehingga tidak langsung menyembur. “ Akh Bi.. mengapa?”


 Tanya Santoso bimbang krn barusan dia merasakan air maninya hendak muncrat tetapi seketika tidak jadi. 



 “Tidak apa- apa. Tenang saja, Den. Supaya tambah lezat,” jawabnya seraya naik ke atas badan Santoso. Dgn posisi jongkok serta kedua kaki mengangkang, Bi Erni memusatkan batang Batang Rudal Santoso persis ke arah liang memeknya.


 Lambat- laun badan Bi Erni turun sembari memegang Batang Rudal Santoso yang sdh mulai masuk.“ Uugghh.. lezat tidak Den?”“ Aduuhh.. Bi Erni.. sedaapphh..!” pekiknya. Santoso merasakan batang Batang Rudalnya semacam disedot liang memek Bi Erni. Terasa sekali kedutan- kedutannya. 


 Dia kemudian menggerakan pantatnya naik turun. Kontolnya bergerak kilat keluar masuk liang nikmat itu. Bi Erni tidak ingin kalah. Pantatnya bergoyang ke kanan- kiri mengimbangi tusukan Batang Rudal Santoso.“ Auugghh Deenn.. uueennaakk!” jerit Bi Erni semacam kesetanan.“ Terus Den, jgn menyudahi. Ya tusuk ke sana.. auughgg.. aakkhh..




” Santoso memesatkan gerakannya krn mulai merasakan air maninya hendak muncrat. “ Bi.. aku ingin keluaarr..” Jeritnya.“ Iya Den.. mari.. keluarin aja. Bibi pula ingin keluar.. ya terusshh.. oohh teruss..” katanya tersengal- sengal. 




 Santoso berupaya bertahan sekuat tenaga serta terus menggenjot liang mem*k Bi Erni dgn tusukan bertubi- tubi hingga kesimpulannya kewalahan mengalami goyangan pinggul perempuan berpengalaman ini. Tubuhnya hingga terangkat ke atas serta sembari memeluk badan Bi Erni erat- erat, Santoso menyemburkan cairan kentalnya berulang kali.“ Crot.. croott.. crott!”“ Aaakkhh..” Bi Erni pula hadapi orgasme. SEORANG PEMBANTU BINAL YANG HAUS SEX Sekujur badannya bergetar hebat dlm dekapan erat Santoso.




“ Ooohh.. Deenn.. hebat sekali..” Kedua insan yang tengah kurang ingat daratan ini bergulingan di atas ranjang merasakan sisa- sisa akhir dokter kenikmatan ini. Napas mereka tersengal- sengal. Peluh membasahi segala badan mereka walaupun hawa malam di luar lumayan dingin. Terlihat senyum Bi Erni mengembang di bibirnya. Penuh dgn kepuasan. Dia melirik centil kepd Santoso.“ Gimana Den. Lezat khan?”




“ Iya Bi, lezat sekali,” jawab Santoso seraya memeluk Bi Erni. Tangannya mencolek bandel ke buah dada Bi Erni yang menggelantung persis di depan wajahnya.“ Ih Aden bandel,”



 katanya terus menjadi centil. Tangan Bi Erni kembali merayap ke arah batang Batang Rudal Santoso yang sdh lemas. Mengelus- elus lama- lama sampai batang itu mulai memperlihatkan kembali kehidupannya. “ Bibi isep lg ya Den?” Santoso cuma bsa mengangguk serta kembali merasakan hangatnya mulut Bi Erni kala mengulum Batang Rudalnya.



 Mereka kembali bercumbu tanpa memahami waktu serta baru menyudahi kala terdengar kokok ayam bersahutan. Santoso meninggalkan kamar Bi Erni dgn badan lunglai. Habis sdh tenaganya krn bercinta semalaman. Tetapi terlihat mukanya berseri- seri krn malam itu dia sdh merasakan pengalaman yang luar biasa. TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Cluster Idaman

_*Rumah 3 Lantai 4 Kamar Tidur*_  _*by Grand Wisata Bekasi Member Of Sinar Mas Land*_ Attic House di kelilingi area jogging trac...