Selasa, 10 Mei 2022

Cerita Sex Keperjakaanku Di Renggut Istri Bos Ku

 

Ngentot isteri muda



 Aku bekerja di Semarang, ditengah lingkungan cerita sex orang-orang Chinese yang banyak sekali perempuan. Aku berumur 35 tahun namun belum menikah dan telah punya pacar yang jauh tempatnya. Istri bossku itulah yang merenggut keperjakaanku.


Suaminya affair dengan seorang wanita marketing dari Jakarta. Memang aku bila melihat istri bossku, aku jadi kasihan. Walau telah punya 3 anak namun kulihat akhir-akhir ini kian tambah sexi khususnya kedua buah dadanya yang membesar.


istri muda bos Cantik nya istri bos ku menciptakan Terangsang


Aku tahu dia ikut fitness teratur dan body building di di antara sanggar senam. Mungkin guna mengimbangi Wiliam suaminya yang memang paling sexi dan suaranya bila telepon, mohon ampun, merdu sekali. Makanya bossku hingga klepek-klepek laksana burung tak berdaya.


Bossku orang paling kasar, tidak jarang kali menang sendiri dan otoriter pada istrinya. Tidak malu dia memarahi istrinya di depan karyawannya. Tapi herannya aku lumayan dipercaya.


Itu diperlihatkan ketika bossku suka kisah soal keluarganya, anak-anaknya juga. Aku yang paling diandalkan boleh masuk di rumah, bahkan di ruang pribadinya. Wah, hebat sekali. Kapan aku punya kamar begini, lokasi tidur yang luks dan enak sekali.


Aku bekerja di kantor, di unsur ekspor dan komputer. Soal komputer aku sangat pandai. Komputer berikut yang membuatku lebih dekat dan mendekati perempuan yang sangat cakep dan sexi di kantorku.


Terus cerah aku kini punya affair dengan manager keuangan, sangat cantik dia di kantorku. sexi? Bolehlah. Tapi aku sangat hendak menikmati sex dengan Cik Susi. Wuah, aku suka menginginkan menggumuli tubuhnya yang sexi.


Agen Slot Online


Apalagi bila aku menyaksikan dari belakang. Paling membuatku tidak tahan. Habis, Cik Susi punya pantat yang aduhai paling merangsangku.


Apalagi bila dia menggunakan celana panjang. Wuah.. kejantananku ini tegang mohon ampun hingga maksimum (15 cm dengan diameter 3.5 cm). Aku suka membayangkan mengerjakan senggama dengannya dari belakang dengan menungging.


Aku juga hendak menikmati sex dengan adik ipar istri bossku, Cik Nina. Aku terobsesi merasakan tubuhnya yang paling sexi.


Adik ipar bossku ini lebih sexi segalanya dikomparasikan Cik Susi dan Ima (manager keuangan). Kalau ke kantor.. wah tidak jarang kali berpakaian sexi dan ketat. Tubuhnya yang memang berbodi gitar, buah dadanya besar, ukuran 36 kali.


Wah aku ngiler bila dia menemuiku dan bicara soal internet dan komputer. Aroma tubuh dan polah tingkahnya paling menantangku.


Aku juga hendak menikmati tubuh Cik Nia. Cik Nana karyawan di unsur pemasaran. Aku baru hingga pegang-pegangan tangan saja dengan Cik Nia. Rambutnya sebahu, aku sangat suka dengan kedua buah dadanya yang besar juga.


Cerita Sex Keperjakaanku Di Renggut


Dengan Ima, aku baru hingga pegang paha dan cubit unsur atas buah dadanya dan dia diam saja atau menjawab manja bila kami naik mobil.


Dengan Cik Susi, aku baru hingga pada etape pegang-pegang tangan dan pinggang saat aku mengoreksi pakaiannya yang sexi (padahal aku pengen memegang pinggang dan tubuhnya) tiga minggu lalu.


Cik Susi ialah peragawati di kantorku. Tapi bak durian runtuh, aku malah dapat menikmati tubuh istri bossku yang tak pernah kuduga.


Dengan kekasihku sekarang, aku belum pernah mengerjakan hubungan sex. Paling bercumbu hingga aku telanjang dan dia bermukim CD-nya saja. Kuharap ini kekasihku yang terakhir. Terus cerah aku hendak menikahinya. Makanya aku tahan sexku padanya hingga pernikahan nanti.


Dua bulan lalu, kira-kira jam 9 malam, aku ditelepon istri bossku guna menemuinya di hotel Santika. Dari suaranya, tentu ada masalah dengan suaminya. Hampir jam 10 malam aku baru hingga di lobby hotel.


Dari lobby, aku kontak Cik Luna dan menganjurkan aku lewat lift dari basement dan langsung masuk ke kamarnya. Aku turun ke bawah (basement) dan dari sana aku dengan lift naik ke lantai 6. Aku memencet bel kamarnya dan dimulai oleh Cik Luna sendiri yang menggunakan kaos dengan bukaan rendah dan celana pendek.


Wah, aku terkesiap menyaksikan bukaan dadanya yang kian montok sampai-sampai membuatku beranggapan yang bukan-bukan dengannya.


Di kantor, bila aku menghadapnya (Cik Luna pun direktur keuangan) aku seolah dibiarkannya menyaksikan belahan dadanya. Bukannya diblokir (mestinya bisa) dengan blasernya, namun blaser diregakkan saja dan dimulai lagi seolah tidak mempedulikan kedua belahan dadanya guna kunikmati.



Belahannya putih agak kecoklatan dengan leher panjang. Wah.. aku menelan ludahku sendiri. Aku dipersilahkannya masuk dan duduk.


“Dimana koh Edward(suaminya), Cik..” kataku.

“Ooo suamiku ke Jakarta,” katanya.

“Ada apa sih Cik kok malam-malam begini?” Tanyaku.


Cik Luna memungut dua minuman coke dan mematikan TV lantas duduk di kursi (dia menariknya ke arah lokasi tidur) agak mengahadapku. Cik Luna menerahkan Coke padaku dan aku minum nyaris setengahnya.


Cik Luna mulai gelisah dan aku bertanya lagi, “Ada apa Cik?”. Dengan menyangga tangis Cik Luna mengisahkan Wiliam suaminya yang di Jakarta. Cik Luna memang telah tahu perselingkungan suaminya itu.


Tadi sebelum ke Jakarta, Cik Luna pesan supaya Ko Edward hati-hati. “Kurang apa sih aku ini,” katanya. “Aku istri baik, menyerahkan padanya tiga anak.”


Cik Luna menikah paling muda dengan tiga anak. Anak yang bungsu sudah ruang belajar 1 SD. “Aku pun ikut senam dan menciptakan tubuhku tambah sexi,” katanya melanjutkan seraya menangis. “Sejak suamiku punya Wiliam, aku dibiarkannya merana dua tahun terakhir ini,” lanjutnya seraya menangis.


Cerita Sex Keperjakaanku


Aku terpaku mendengar tersebut semua, tidak tahu apa yang mesti kukerjakan. Apalagi saat dia tambah menangis keras. Kedua tangannya memblokir wajahnya yang tertunduk. Wah, untung ruangannya kedap dan terkunci. Lalu kutarik kursiku dan duduk lebih dekat dengannya, di depannya.


Baca Juga : Wanita Panggilan Pelanggan Setia Ku Bagian Satu


“Cik,” kataku memecah kesunyian. “Cik Luna sabar ya? Pasti ini dampak Puber ke dua,” kataku. Aku memberanikan memegang pundaknya dan kepalanya.


Cik Luna terdiam mendengar perkataanku seolah membenarkan. Ko Edward usianya 45 tahun, Cik Luna 37 tahun usianya. Jadi kupikir puber kedua sesudah membaca kitab psikologi yang pernah kupelajari.


Cik Luna memandangiku sebentar dan lantas meledak tangisnya dan ya ampun, dia merebahkan kepalanya di pahaku. Aduh, mati aku. Aku nggak dapat menahan sesuatu yang bergerak mengeras di balik celanaku. Kuelus lagi kepalanya dan sejumlah nasehat meluncur dari mulutku sedangkan pikiranku macam-macam. Apalagi aku dapat melihat belahan pungungnya (karena gunakan kaos rendah).


“Kok nggak gunakan BH,” batinku. Kuraba kepala dan pundaknya, kulihat tangisnya mereda meski belum berlalu benar.


Karena aku tidak tahan dengan birahi di dadaku, aku telusurkan saja tanganku ke arah punggungnya yang tersingkap bagian atas.



Aku saat tersebut sudah paling sengaja melakukannya dengan takut-takut. Oh my God, Cik Luna diam saja saat aku melakukannya. Kuelus leher belakang, kepala belakangnya dan kuberanikan mengusung kepalanya dengan memegang kedua pipi dan telinganya dari samping. “Cik Luna,” kataku seraya mata kami berpandangan.


Kuambil sapu tanganku dan kuusap air mata di wajahnya. “Bibirnya bagus sekali,” pikirku. Ini kali kesatu aku melihatnya sedekat ini, lagipula dia ialah direktur keuanganku.


Kami berpandangan dan ya ampun, dia memejamkan matanya dan membuka tidak banyak mulutnya. Aku ingat kekasihku bila kami inginkan bercumbu, dia pejamkan matanya dan bibirnya dimulai sedikit.


Kasihan Cik Luna, aku pikir tentulah suaminya telah lama sekali tidak menjamahnya, menyetubuhinya. Karena kesempatan tersebut datang, kuraih saja bibir Cik Luna.


Kukecup sejumlah kali sebelum kesudahannya aku mengulum bibirnya dan Cik Luna membalasnya. Oh God, aku bisa durian runtuh malam ini. Pikiranku sudah diisi dengan birahi dan hendak menikmati tubuh Cik Luna di Hotel Santika malam ini. Ahh, lembut sekali bibirnya, kami menikmatinya dan lidahnya, lidahku menari-nari.


Kutelusuri lehernya yang panjang dengan mulutku sedangkan tanganku memegangi tangannya, meremasnya. Ahh, Cik Luna kegirangan menyambut cumbuanku. Dia pasrah. Apalagi saat tanganku mulai merambati pinggang dan menggapai kedua bukitnya, kuelus dari luar kaosnya yang tanpa BH itu.


Cerita Sex


Aku merasakan sementara mulutku mencari lehernya dan turun lagi memutari dada atasnya. Cik Luna mendesah-desah dan mendesis kegirangan.


Lalu kami berdekapan, kutuntun Cik Luna ke arah tombol musik yang terdapat dan kuraih chanel yang tersdia di hotel. Kami berpelukan lama seraya berdiri mengekor irama musik instrument.


“Aku milikmu Jo, malam ini.” kata Cik Luna memecah kesunyian. Aku dipanggilnya dengan Jo, laksana yang biasa dia kerjakan di kantor. Dia berbicara begitu seraya tangannya melepas celanaku, bajuku dan seluruh yang melekat padaku. Aku telanjang di depannya.


Didekapnya aku, diraba dan elusnya batang kejantananku yang telah mengejang keras. Jantungku serasa lepas. Lalu kami bercumbuan lagi. Aku mengembalikan tubuhnya dan kucumbui Cik Luna dari belakang.


Mulutku mencari lehernya, punggungnya, pipinya, telinganya dan dilingkarkannya tangan Cik Luna di kepalaku, kulumat bibirnya. Tanganku meremas kedua bukitnya dengan lembut dan menciptakan gumpalan tersebut makin mengeras.


Cik Luna menggeliatkan tubuhnya, melengkung ke depan. Ahh, pemandangan yang estetis kulihat. Kulepas kaos merahnya dan alangkah indahnya kulihat buah dada Cik Luna, masih kencang dan lumayan besar, puntingnya berwarna coklat paling ranum dan membuatku lebih terangsang guna memetik kedua buah dadanya yang siap panen dan kunikmati dengan mulutku.



Kubiarkan Cik Luna merasakan sensasi-sensasi yang kustimulasikan pada tubuhnya. Cik Luna tidak mempedulikan aku meremasi lembut kedua buah dadanya. Kulihat Cik Luna memejam dan menggeliat-geliat melengkung ke depan.


Aku hendak menelanjanginya. Kuraih celana pendeknya dan kulorotkan ke bawah, Cik Luna melepas sendiri. Aku sekarang menyaksikan gundukan pink di balik celana dalamnya.


Kuraba gundukan tersebut dan Cik Luna meningkat menikmati dengan desah dan geliatnya. Kustimulasi dengan kedua tanganku sesaat dan kesudahannya tanganku kumasukkan ke celana dalamnya, kulepaskan dan kini aku benar-benar menyaksikan Cik Luna telanjang di dekapanku.


“Basah Cik,” kataku.

“Iya, aku telah nggak tahan Jo. Aku sangat merasakan cumbuanmu hingga sekarang, dan aku hendak kau membuatku terpuaskan Jo. Ayo lakukanlah..” Pinta Cik Luna dengan manja padaku.


“Tapi Cik.. aku..” aku hendak katakan bahwa aku belum pernah melakukannya pada wanita. Gelora birahi di dadaku memuncak dan batang kejantananku telah tidak tertahankan lagi. Cik Luna kupeluk erat dan tidak mempedulikan kepalanya bersandar di dada kiriku.


Ahh, manja sekali Cik Luna ini, pikirku. Kukecup pipinya, dahinya. Kukecup telinganya dan Cik Luna sangat merasakan sensasi gelora sex yang kulakukan padanya. Kubalikkan tubuhnya lagi dan Cik Luna berhadapan denganku.


Aku mencumbuinya lagi. Dibiarkannya mulutku menelurusi leher dan dadanya. Aku nyaris tidak tahan menyangga geliat tubuhnya.


Keperjakaanku Di Renggut Istri Bos Ku


Apalagi saat aku hingga di dadanya. Ahh, aku sangat merasakan kedua buah dadanya. Kuputar lembut dan menciptakan Cik Luna membusungkan dadanya sampai-sampai aku semakin leluasa.


Lenguhan, desahan dan geliatnya kian membuat birahiku meledak-ledak. Kupaguti bergantian kedua buah dadanya. Kukulum kedua puntingnya bergantian dan menciptakan tubuh Cik Luna kian menggeliat dan kesudahannya aku tidak powerful lagi menyangga tubuhnya, kubiarkan terjatuh di lokasi tidur.


Kubiarkan Cik Luna kian ke tengah lokasi tidur, aku memandangi tubuhnya yang indah. Cik Luna menciptakan gerakan-gerakan yang menandakan letupan birahinya sampai-sampai membuatku paling terangsang. Apalagi saat dibukanya kedua kakinya dengan diusung pahanya. Betapa menggairahkan.


Kulihat gundukan hitam di puncak selangkangannya. Malam ini, pastilah bakal menjadi malam kesatuku menyetubuhi perempuan dan Cik Luna lah yang bakal membuatku tidak perjaka lagi. Ini tekadku malam ini. Aku hendak memberinya kesan dan sensasi yang mendalam mengenai diriku.



Kudekati tubuh Cik Luna dari samping. Tangannya menarikku. Kucumbui Cik Luna lagi. Aku mencumbuinya dari atas ke bawah dengan tubuhku merambat di atasnya.


Kunikmati kedua bukitnya dengan leluasa dan tanganku menggapai kedua kakinya mencari liang senggamanya, menciptakan Cik Luna menggeliat mendesah lagi. Kutelusuri perutnya kesudahannya aku hingga di liang senggamanya. “Oh, wangi sekali,” pikirku.


Tapi belum sempat aku beraksi lebih lanjut, diraihnya batang kejantananku dan dikulumnya. Aku mendesis kenikmatan.


Disedotnya batang kejantananku sampai masuk sarat di mulutnya. Ohh, ini kesatu kali mulut perempuan mengulum batang kejantananku. Betapa nikmatnya hingga aku melulu bisa berbicara “Ooohh Cik.. ahh..” dan pinggulku tergoyang-goyang mengekor sensasi yang Cik Luna berikan melewati batang kejantananku.


“Oooh Cik, saya nggak kuat, mau terbit Cik,” kataku. Tapi tak terdapat sahutan. Yang ada melulu hisapan dan kuluman yang kian membuat batang kejantananku mengeras.


Aku mencoba menyangga diri dengan merasakan liang senggamanya dengan mulutku. Akhirnya aku tidak tahan dan kumuntahkan sperma hangatku sarat di dalam mulut Cik Luna. Aku terdiam.. inikah namanya orgasme? Kulihat Cik Luna sangat merasakan dengan apa yang baru saja terjadi.


KEPERJAKAANKU DI RENGGUT ISTRI BOS


“Thanks ya Cik,” kataku. Dia melulu tersenyum tipis dan memelukku. Kucumbui lagi Cik Luna dan aku paling suka merasakan kedua buah dadanya dengan putingnya yang ranum. Hal ini menciptakan Cik Luna bergelinjang kenikmatan.


Kalau mulutku memaguti dan menggulumi yang kiri, tangan kananku meremas lembut yang kanan, begitu sebaliknya. Aku laksana bayi yang merasakan ASI dari samping.


Kulihat gerakan kakinya yang merangsangku. Lalu seraya mulutku mengulum buah dadanya, kujulurkan tanganku menggapai liang senggamanya. Cik Luna kian menikmati permainanku ini. Kuelus liang senggama dan sekitarnya, menciptakan gerakan kakinya membuka lebar, semakin lebar menantiku menyetubuhinya.


Kurasakan liang senggamanya yang kian membasah dan akhirnya saat kedua kakinya masih mengangkang, aku bergerak dan berada diantara kedua kakinya. Kupandangi liang senggamanya dan kunaikkan kaki kirinya, aku menciumi pahanya lembut menukik ke bawah dan kesudahannya aku mencumbui liang senggamanya.


Kepalaku diremas-remas dan ditekannya, kudengar geliat dan desahnya kian menjadi-jadi. Kedua kakinya tersingkap lebar di depanku. Aku sangat merasakan liang senggamanya. Ini kali kesatu aku mencumbui liang senggama wanita.


Aku mulai menikmati cairan dan membuatku kian terangsang dan Cik Luna memintaku supaya aku segera menyelesaikannya.


Ditaruhnya kedua kakinya di pundakku dan batang kejantananku yang telah kembali menegang kutuntun menginjak liang senggamanya. Kumasukkan tidak banyak demi tidak banyak dan kuputarkan di seputar liang senggama Cik Luna yang membuatnya melenguh kesenangan sejadi-jadinya.



Aku memasukkan lagi dan lebih dalam lagi dan kesudahannya tertanam sarat di liang senggama Cik Luna. Kupegangi kedua tangannya, aku diam sejenak menikmati sensasi kesenangan di sekeliling batang kejantananku, kemudian kugoyangkan lembut sedangkan mulutku merasakan kedua puting susunya bergantian.


Aku terus menggoyang lembut di seputar dinding kemaluannya. Aku menikmati Cik Luna inginkan orgasme. Kupercepat goyanganku dan kudengar suara teriakan tertahan, tubuh Cik Luna mengejang dan mengapit batang kejantananku kuat-kuat. Seketika tersebut aku menikmati spermaku mau terbit lagi.


Akhirnya aku merasakan saat akhir yang paling menggairahkan. Cik Luna menjangkau orgasme, pun aku. Aku menikmati sangat kenikmatan. Aku tidak perjaka lagi.


“Thanks ya Cik,” kataku. Kukatakan tersebut ketika aku mengecup telinganya, bibirnya, dahinya dan mencari lehernya pun dadanya yang meninggalkan warna kemerahan. Tangannya masih agak menggelepar di kanan kiri laksana pelepasan.


“Cik, ini kali kesatu aku menyetubuhi wanita,” kataku melanjutkan. Cik Luna tersentak dan aku meyakinkannya.

“Cik Luna lah yang merenggut keperjakaanku malam ini,” kataku seraya mengecup dahi dan pipinya.

Aku dipeluknya erat lagi dan aku membalasnya.


Malam tersebut aku istirahat di hotel hingga pagi dengan kehangatan tubuh Cik Luna di pelukanku. Rasanya tubuh Cik Luna menjadi selimut hangat buatku. Pagi-pagi aku kembali ke lokasi tinggal dan masuk kerja seperti seringkali walau aku merasa ngantuk.


Tapi aku minum obat penguat supaya tidak ngantuk dan terbukti lumayan kuat menyangga rasa kantukku. Apalagi pun dengan kedatangan Cik Luna.


KEPERJAKAANKU DI RENGGUT


Senyumnya sungguh beda. Aku suka. Dan lagi-lagi aku paling tertarik dengan kedua buah dadanya yang pagi tersebut nampak lebih memukau buatku. Cik Luna kelihatannya bangga. Aku diteleponnya dari ruangannya dan berbicara terima kasih dan senang sebab dapat membuatku tidak perjaka lagi.


“Gila!” Pikirku. Pengalaman dengan Cik Luna membuatku kian terobsesi merasakan tubuh gadis dan istri orang di kantorku. Aku hendak menikmati tubuh Cik Susi. Aku hendak menyetubuhi Ima, Nia dan Cik Nina adik ipar Cik Luna.


Gila! Ketika aku mencatat tulisan ini, aku sudah kian jauh dengan Nia. Dia istri Mas Budi. Aku hendak menikmatinya. Dan telah kurencanakan di hotel dekat dengan rumahnya. Aku telah belikan dia daster hitam untuk digunakan nanti dan dia menerimanya dengan suka hati. Ada hotel berbintang disana.


Sementara dengan Cik Luna, aku masih terus berhubungan. Yang sangat gila ialah aku menyetubuhinya di rumahnya sendiri, di sofa di ruang multimedia. Dia memanggilku ke sana ketika suaminya ke luar negeri dua minggu lalu. Karena memang aku pandai komputer dan multimedia. Jadi Cik Luna memakai dalil itu.


Aku menyetubuhinya berkali-kali dan Cik Luna mengajariku sekian banyak posisi. Aku suka posisi doggy style, sebenarnya sudah kurencanakan inginkan kuterapkan nanti guna Cik Susi.. entah kapan, namun menjanjikan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Cluster Idaman

_*Rumah 3 Lantai 4 Kamar Tidur*_  _*by Grand Wisata Bekasi Member Of Sinar Mas Land*_ Attic House di kelilingi area jogging trac...