Selasa, 10 Mei 2022

Cerita Sex Maaf Kan Saya Suami Ku Tersayang

 

Ngentot tkw taiwan



Saya merupakan cerita sex seseorang perempuan karier berusia 28 tahun serta mempunyai suatu keluarga yang sangat aku sayangi. Suamiku bukan orang Indonesia, ia merupakan orang Taiwan serta kami mempunyai seseorang anak wanita yang sangat menawan serta telah berumur 8 tahun saat ini ini.


Ikatan pernikahan kami sangat rukun serta kami tidak sempat hadapi permasalahan dengan ikatan intim maupun keuangan sebab walaupun bagaimanapun baik saya serta suamiku memiliki posisi yang sangat bagus di perusahaannya masing masing.


Suamiku kerap kembali berangkat dari Taiwan ke Indonesia serta senantiasa singgah ke Somalia saat sebelum ke Jogja, perihal ini diakibatkan sebab ia bekerja di Taiwan terlebih ia tidak begitu dapat dalam bercakap- cakap bahasa Indonesia sehingga di dalam kehidupan perkawinan kami,


kami senantiasa memakai bahasa mandarin ataupun bahasa Inggris, sehingga anak kami yang bernama Melinda mengusai 3 bahasa.


perempuan sexy Bercinta dengan lelaki lain di dikala suamiku meninggal


Saya sangat mencintai suamiku. Ia senantiasa kembali ke Jogja tiap 2 minggu sekali namun meski demikian, saya tidak merasa kesepian serta tidak terdapat kemauan buat melaksanakan affair dengan pria lain meski yakin ataupun tidak,


banyak sahabat laki- lakiku di mari kerap mengajakku kencan serta terdapat pula yang mengajak bercinta secara terang- terangan sewaktu suamiku tidak terdapat di Indonesia, namun saya senantiasa menolaknya dengan bermacam alibi sebab saya sangat menyayanginya.


Agen Slot Online


Sesuatu hari di malam hari bertepatan pada 31 Oktober 2000( sebagian hari yang kemudian), saya baru saja menyajikan makan pagi malam buat Melinda serta buat diriku sendiri. Melinda melahap masakan char siew buatanku yang jadi salah satu kegemarannya sehingga membuat badannya terus menjadi gendut.


Sewaktu kami lagi makan, seketika telepon berdering serta aku menunda makan pagi malam aku buat menerima telpon tersebut.


Nyatanya, orang di telepon itu merupakan suamiku sendiri yang berkata kalau malam ini ia terletak di Taiwan airport bersama sahabat bisnisnya. Ia mengatakan kalau ia kangen sekali buat bercinta denganku serta ia mengatakan kalau sehabis bisnisnya di Taiwan berakhir,


ia hendak langsung ke Jogja buat bercinta denganku. Obrolan 30 menit kami terpaksa menyudahi sebab terdapatnya suara perempuan di latar belakangnya kalau ia mesti“ boarding” sebab pesawat hendak diberangkatkan. Dengan perasaan pilu serta jengkel, saya terpaksa mengakhiri obrolan kami.


Buat melenyapkan perasaan kesalku, saya mendekati anak perempuanku yang lagi asik bermain dengan Play Station serta saya turut bermain dengannya.


Sewaktu saya lagi bermain- main dengan anakku, telepon berdering kembali serta saya menyangka itu dari suamiku, nyatanya orang yang meneleponku merupakan adik kandungku serta ia semacam hendak mengatakan suatu dengan perasaan pilu serta saya mengetahuinya sebab ia gugup sekali sewaktu hendak berdialog denganku.


Cerita Sex Maaf Kan Saya Suami Ku


Tidak lama, kesimpulannya ia menggambarkan kalau ia baru saja mendengar serta melihat suatu musibah pesawat terbang di CNN serta ia mengatakan suatu no pesawat SQ006 yang membuat hatiku jadi sirna berkeping- keping sebab suamiku yang sangat kusayangi terletak di dalamnya.


Saya tiba- tiba menangis serta merasa lemas di segala tubuh, setelah itu saya tidak ingat apa- apa sehabis itu. Sehabis saya siuman dari pingsanku, adik perempuanku yang meneleponku tadi terletak di sisiku bersama suaminya serta anakku.


Memandang mereka, saya jadi menangis kembali serta mereka menganjurkan supaya saya berangkat ke Taiwan dikala itu pula, saya mengiyakan mereka serta sehabis saya siap,


saya langsung berangkat ke Airport dengan memakai taksi sedangkan adikku serta suaminya menemani Melinda buat sebagian hari sepanjang saya berangkat ke Taiwan.


Baca Pula: Cerita dewasa terkagum kagum dengan badan lembut tetanggaku


Sepanjang ekspedisi, saya tidak henti- hentinya menangis di dalam hati sebab saya tidak ingin orang- orang di sekitarku ketahui kalau saya lagi menangis.


Kesimpulannya saya hingga pula di Taiwan serta saya langsung mencari kantor Somalia Airline serta mencari orang yang mengenali secara jelas apa yang terjalin dalam insiden tersebut serta mengkorfimasikan pada mereka kalau suamiku merupakan salah satu korban di dalam musibah tersebut.



Sehabis saya mengenali jenazah suamiku yang telah tidak berupa lagi, saya duduk seseorang diri di salah satu bangku serta badanku lemas seluruhnya. Saya masih bengong saja serta tidak ketahui mesti berbuat apa apa sehabis mengidentifikasikan jenazah suamiku hingga seorang laki- laki Taiwan menegurku.


Sehabis kami bercakap- cakap, saya mengenali kalau pria yang mengaku bernama Sam Yam ini kehabisan istri serta anaknya di dalam musibah yang pula dirasakan oleh suamiku.


Saya pula terus menjadi lama terus menjadi tidak paham kenapa kesimpulannya saya akrab dengan Sam Yam yang baru saja kukenal. Ia mengajakku ke suatu restaurant yang tidak jauh dari Chiang Khai Sekh Airport.


Kami silih bercakap- cakap menimpa kehidupan kami tiap- tiap serta Sam memesan 2 botol anggur merah serta kami berdua bersama meminum anggur merah yang ia pesan buat melenyapkan kesedihan serta kedukaan yang kami natural masing masing.


Saya memanglah tidak sempat minum anggur sepanjang hidupku sehingga sebagian teguk anggur merah itu membuatku jadi mabuk. Saya masih ingat kalau Sam menggendongku ke mobilnya di dikala saya telah mabuk sembari saya ngomong ngalor- ngidul tidak karuan.


Sepanjang di mobil Sam, saya kembali menangis, tertawa serta menggoda Sam yang lagi menyetir serta dikala itu saya betul- betul tidak ketahui ke mana Sam hendak membawaku berangkat.


Cerita Sex


Kesimpulannya saya merasakan mobil Sam menyudahi di sesuatu tempat serta saya masih mabuk serta saya cuma merasakan kalau badanku lagi digendong oleh Sam ke apartemen serta kesimpulannya datang di sesuatu ruangan kamar yang saya percaya itu merupakan kamar tidurnya sebab setelah itu saya dibaringkan oleh Sam di ranjang tersebut.


Sam berangkat meninggalkanku seseorang diri di ranjang tersebut serta saya terus berteriak- teriak memanggil nama suamiku dalam bahasa Mandarin serta kadang- kadang saya tertawa serta kadang- kadang saya menangis.


Saya betul- betul tidak siuman atas apa yang terjalin dengan diriku serta yang saya ketahui kalau saya telah semacam orang edan yang tertawa serta berdialog pada diri sendiri.


Sebagian menit setelah itu, Sam tiba kembali ke ranjang di mana saya lagi tiduran sebab saya melihatnya samar- samar dalam kondisi mabuk. Saya mencermati kalau ia lagi membalut wajahku dengan kain yang telah bercampur dengan es. Saya ketahui kalau ia mau membuatku siuman dari perasaan mabuk serta teler akibat red wine itu.


Disaat Sam lagi melap wajahku dengan kain merah itu, saya langsung memeluk Sam pastinya dalam keadaanku yang masih tidak siuman.


https://ceritasexselingkuh.wordpress.com/2021/06/23/cerita-ngentot-janda-gersang/

Dikala itu, saya menyangka kalau Sam merupakan Wang Hui( suamiku) sehingga saya terus saja menciumnya dengan penuh nafsu serta kayaknya Sam turut hanyut dalam ciumanku serta mulai menciumku dengan penuh mesra serta bisa jadi pula ia menyangka saya semacam istrinya yang sudah wafat.


Tanganku mulai turun serta mengelus kejantanannya yang sudah membeku semacam baja. Sam mulai menyambutnya dengan mencium segala wajahku semacam orang yang telah lama tidak melaksanakan seks. Mulai dari keningku, setelah itu hidung,


serta kesimpulannya mulutku. Saya membalas ciumannya serta kesimpulannya kami French Kissing. Lidah kami berjumpa serta bergelut.


Maaf Kan Saya Suami Ku Tersayang


Tubuh kami mulai menampilkan isyarat kalau game ini hendak jadi menarik. Tangannya mulai membuka pakaian piyamanya. Tanpa membebaskan French Kiss kami, ia membuang bajunya serta mulai membebaskan BH- ku ke lantai.


Tangan nakalnya mulai memainkan payudaraku yang indah. Tangannya mulai membebaskan pakaianku serta tidak lama celana dalamku pula menyusul terhempas di lantai apartemennya. Ciuman kami terlepas buat mengambil napas. Napas kami mulai jadi berat serta kami bergerak bagi insting kami.


Sam mulai menciumi leherku serta terus turun ke arah payudaraku. Sam menciumi payudaraku serta menjilati puting susuku.


Sehabis cukup puas dengan payudaraku, tangannya mulai bermain di bibir kewanitaanku. Sam memasukkan satu jari serta merasakan bibir kemaluanku mulai membasah. Sam tidak ingin buang- buang waktu lagi. Sam terus menjilati bibir kemaluan serta klitorisku. Langsung saja saya mengerang dengan nada penuh kepuasan.


Sembari terus menjilati klitorisku, Sam memasukkan 2 jari ke liang kewanitaanku. Tangan Sam yang satunya menciptakan payudaraku serta mulai mencubit- cubit ringan puting susuku. Saya mengerang dengan gembira serta cairanku mulai tumpah serta saya sudah menggapai orgasme yang keras.


Sam tidak hirau, dengan ganas ia dorong maju mundur jemarinya serta dangan keras ia jilati klitorisku. Saya menemukan orgasmeku yang saya sendiri tidak ketahui itu yang keberapa.


Batang kemaluannya yang semenjak tadi keras serta online siap- siap dimasukkan lubang cintaku. Saya menciumnya sembari terus menyebut nama suamiku yang sudah wafat.


Sehabis itu, saya langsung mengulum batang kemaluannya serta saya langsung meletakkan kemaluanku di atas mukanya.



Langsung saja kujilati. Dalam posisi 69 ini, kami silih memuaskan satu sama yang lain. Tidak lama, saya merasa cairan wanitaku hendak keluar.“ Wang Hui, I’ meter cumming..” saya terus menyebut nama suamiku tanpa menyadari kalau pria yang lagi kusetubuhi merupakan orang asing yang baru kukenal dalam 1 hari.


Kami sangat kecapaian serta tiduran sebentar. Warnanya Sam masih hot. Saya masih memegang- megang batang kemaluannya serta genggamanku mulai bergerak naik turun. batang kemaluannya yang masih belum kokoh langsung saja berdiri tegap.


Saya duduk mengangkang serta mengendarai batang kemaluannya. Badanku naik turun berirama. Tangannya memainkan puting susuku yang mulai membeku dalam pegangannya. Ia mulai mengerang serta berteriak,“ Lezat!”. Pinggulku pula ikut bergerak naik menjajaki irama Sam.


Isyarat ejakulasi mulai timbul serta irama kami terus menjadi lebih kilat.“ Ooh.. ooh..” Kami berdua mengerang bertepatan serta kesimpulannya saya merasakan otot- otot liang kewanitaanku membeku serta cairan manisku tumpah ke atas batang kemaluannya.


Pada dikala itu pula batang kemaluannya menembakkan cairan laki- lakinya ke dalam liang kewanitaanku serta saya merasakan sensasi yang senantiasa kurindukan.


Kami tidak berpakaian kembali. Kami berdua tidur berpelukan. Besok paginya, saya sangat kaget kala memandang tubuhku yang dalam kondisi telanjang. Saya membangunkan Sam yang tidur sembari memeluk tubuhku dengan mesranya. Saya menanyakan apa yang terjalin dengan diri kami.


Maaf Kan Saya Suami Ku


Sam menggambarkan segala peristiwa yang dirasakan oleh kami sepanjang tadi malam serta saya langsung kaget serta meninggalkan rumah Sam dengan berjuta penyesalan.


Dengan beribu ribu penyesalan, saya langsung kembali ke Airport buat menemui jenazah suamiku serta saya berharap ia ingin memaafkan apa yang terjalin antara saya dengan orang yang baru saja kukenal, Sam Yam.


Maafkan saya, suamiku sayang serta selamat tinggal sayangku. Saya berjanji kalau saya tidak hendak melaksanakan perihal itu lagi. Para pembaca, bisakah kamu memberitahu kepadaku apakah ini seluruh kesalahanku? Silahkan pendapat ya..


TAMAT

Tag

cerita dewasa, cerita ngentot hyper, cerita sex hot bergambar, mamah muda, mesum

Kategori

CERITA SEX

Membalaskan Cerita Sex Dendam Istri Teman

Post author

Oleh Wirahadi Putra Lesmana

Post date

Juni 18, 2021

1 Komentar pada Membalaskan Cerita Sex Dendam Istri Teman


Dia memang Cerita Sex seorang perempuan yang lumayan menarik, umurnya lebih tua dua tahun dariku, dan dia ialah istri rekan kantorku.


Laila, namanya, mempunyai tinggi badan yang lebih kecil dariku, selama 160 cm dan mempunyai kulit yang dapat dibilang lebih putih daripada orang-orang Indonesia kebanyakan, namun dia bukanlah keturunan chinese.


istri teman ngentot istri rekan kantor


Di kantorku aku adalahsatu-satunya keturunan chinese, tinggi badan selama 172 dan tidak gemuk, yah, lumrah lah.


Di kantor ini aku menempati jabatan sebagai wakil kepala akunting. Aku sebetulnya tergolong baru bekerja di perusahaan ini, baru sekitar setahun dan aku sudah lumayan akrab dengan di antara pegawai yang mempunyai nama Rian.


Aku pernah diajak berangjangsana ke rumahnya di wilayah Jakarta Utara. Disinilah tadinya perkenalan aku dengan Laila.


Pada pandangan kesatu, aku memang telah menyadari keelokan Laila tetapi pikiran tersebut aku buang jauh-jauh sebab menyadari bahwa dia ialah istri rekan aku.


Agen Slot Online


Pembicaraan di lokasi tinggal Rian dilangsungkan cukup lama dan lumayan akrab sekali. Rian bermukim bertiga dengan pembantunya dan istrinya. Aku sendiri sempat santap malam di lokasi tinggal mereka.


Harus aku akui, sambutan mereka di rumahnya benar-benar menciptakan aku merasa kerasan dan hendak berlama-lama terus disitu namun akupun kesudahannya harus pulang pun ke rumah.


Setelah pertemuan itupun sikap aku terhadap Rian dan kebalikannya pun biasa-biasa saja, tidak terdapat istimewanya. Sampai sebuah minggu senja jam 3-an handphoneku berbunyi, ternyata dari lokasi tinggal Rian. Aku pikir Rian yang menghubungi sebab perlu sesuatu, ternyata yang kedengaran ialah suara wanita.


“Halo, ini Heru ya?”, kata suara disana.

“Ya, ini siapa ya?”, jawabku.


“Aku Laila, istri Rian. Masih inget ga?”

“Oh, iya, masih inget. Aku kira siapa..? terdapat apa nih Lai?”


“Gini her, aku hendak ketemu dengan kamu. Boleh aku ke lokasi tinggal kamu? Kamu lagi sendirian di rumah?”

“Boleh aja, dulu aku pernah ke lokasi tinggal kamu, kini boleh aja kalian main ke lokasi tinggal aku. Kalian datang berdua?”


“Nggak, aku datang sendiri saja. Rian sedang pergi dengan temannya.”

Sempet takjub juga aku mendengar pengakuan itu. Ada apa gerangan? Mau apa Laila ke lokasi tinggal aku sendirian sore-sore begini? Banyak benak campur aduk di otakku.


Membalaskan Cerita Sex Dendam Istri Teman Kantor Ku


“Halo.. halo.. haloo.. Heru, anda masih disitu?”

“Eh.. oh.. iya Lai.. Oke, anda boleh ke rumahku kok sekarang. Aku cuman bingung aja inginkan siapin makanan apa bikin kamu.”


“Ngga butuh repot-repot lagi her, biasa aja. Aku berangkat yah sekarang.”

Jarak antara rumahku dengan lokasi tinggal Rian memang lumayan jauh, rumahku terletak di wilayah Jakarta Barat sementara Rian di Jakarta Utara.


Perlu waktu selama 45 menit untuk hendak ke rumahku andai dari Jakarta Utara. Rumahku tidak terlampau besar mempunyai halaman depan yang lumayan untuk satu mobil. Aku merawat sepasang anjing jenis ukuran yang tidak dapat besar. Rumahku mempunyai 4 ruangan kamar, satu kamar terletak di loteng rumah.



Sebenarnya ini ialah rumah orang tuaku, tetapi mereka ketika ini sedang pergi terbit negeri sampai-sampai tinggallah aku sendiri di lokasi tinggal dengan seorang penolong yang tidak menginap, pembantuku ini melulu datang pada pagi dan senja Heru sesudah aku kembali kerja dan pada Heru sabtu atau minggu, dia datang pagi Heru untuk mencuci rumah.


Sedangkan anjing-anjingku aku sengaja sediakan santap dan minumnya berlebih di lokasinya supaya mereka tidak kehausan dan kelaparan andai aku pergi kerja.


Setelah mencuci rumah seadanya, aku menantikan kedatangan Laila sambil menyaksikan televisi. Sambil menunggu, pikiranku tidak dapat konsen ke TV.


Banyak benak yang berkecamuk dalam otakku tentang kedatangan Laila yang sendirian ke rumahku. Sekitar separuh jam menantikan akhirnya tersiar suara mobil di depan rumah.


Aku segera terbit untuk melihat; ternyata memang Laila yang datang sendirian. Langsung saja aku persilahkan dia masuk, begitu menyaksikan ada tamu, langsung saja anjingku pada ribut.


Membalaskan Cerita Sex Dendam Istri Teman Kantor


“Ehh.. anda pelihara anjing ya, lucu bangeet”, kata Laila seraya mendekati anjingku kemudian mengelusnya.

“Iya. Kamu suka anjing juga”

“Suka banget”


Kemudian aku persilahkan Laila masuk dan duduk di ruang tamu sedangkan aku menyiapkan minuman guna dia.

“Kamu kok tidak datang bareng Rian? Biasanya kemana-mana berdua melulu?”


“Memangnya mesti sama dia terus bila kemana-mana?”

“Iya dong, lagipula kamu kini datang ke rumahku, bila ketauan sama dia kan, ntar gimana jadinya nanti?”


“Ah.. sudahlah, urusan kayak begituan biar aku yang urus dengan Rian”, Kata Laila lebih lanjut.

“Gini her, aku hendak ngobrol-ngobrol sama anda nih mengenai masalah bisnis.”


Kamipun berkata masalah bisnis, ternyata dia kerumahku untuk berkata mengenai bisnis baru yang bakal dirintisnya dan meminta bagaimana pendapat aku dari sisi akunting dan manajemennya.


Pembicaraan tersebut dilangsungkan kurang lebih sekitar satu jam. Sambil berkata konsentraasiku agak terganggu sebab duduk berdampingan dengan Laila dan nyaris berdekatan. Kadang-kadang bila sedang bicara bertatapan hendak sekali rasanya menghirup bibirnya soalnya melulu berjarak selama 45 cm.



Saat tersebut Laila berpakaian lumayan sederhana, melulu mengenakan kaos dan celana jeans. Namun aku suka sekali bilamana melihat wanita yang berpenampilan laksana itu. Sedangkan aku sendiri tadinya melulu memakai celana hawaii dan kaos tapi sesudah kedatangan Laila, aku langsung mengubah dengan celana panjang.


Akhirnya pembicaraan tentang bisnis juga selesai, kamipun bersandar lega di sofa yang kami dudukin. Sekarang otakku benar-benar telah gak karuan deh, pengin rasanya untuk menghirup Laila namun bagaimana caranya?


Otakku memutar dengan keras dan kesudahannya aku memungut keputusan untuk mengupayakan menyenggol tubuhnya. Tanganku dengan sengaja aku bentangkan kedepan badan dia seolah-olah aku sedang meregangkan otot dan menyentuh tangannya.


Membalaskan Cerita Sex Dendam


“Kamu cape ya Her sesudah ngomongin bisnis?”, kata Laila.

“Iya nih, kalo dipijit enak nih kayaknya”, pancingku.


“Sini biar aku pijitin”, kata Laila seraya memegang punggungku.

“Ntar dulu ah, mao nyalain musik dulu”


Akupun mulai mengobarkan musik, maksduku agar suasananya nyaman. Kemudian aku mulai duduk membelakangi Laila dan ia mulai memijit punggungku.


“Gimana Her? Enak gak pijitanku?”, kata Laila disamping telingaku.

“Enaak..”


Akupun memalingkan wajah menghadap Laila maksudnya hendak bicara sesuatu tapi sebab wajah kita berdampingan seperti itu, aku tak sempat tidak tau inginkan omongin apa.


Situasi saat tersebut sempat hening sebentar, kemudian entah siapa yang mulai, kamipun berciuman dengan sarat hasrat.


Langsung aku mengembalikan badan dan mendekap tubuh Laila dan membaringkan dia di sofa. Laila melulu diam saja diperlakukan laksana itu. Sepertinya dia merasakan banget ciuman ini. Aku tidak mendengar suara apapun dari Laila, hanya..


“Mmh.. urm.. ss..”

Itulah yang tersiar pada masa-masa kami ciuman. Aku menciumi bibirnya dengan paling lembut meskipun aku sebetulnya bernapsu banget.



Dengan lembut aku mainkan lidahnya, bibirnya. Aku memainkan lidahku didalam mulutnya, kadang-kadang aku tarik lidahnya dengan gigiku ketika ada di dalam mulutku. Sambil berciuman aku menyaksikan matanya, ternyata dia menciumku seraya memeramkan matanya, sungguh pemandangan yang meningkatkan laju birahiku.


Aku terus menciumi bibirnya, kadang ciumanku lari ke kupingnya serta lehernya. Sengaja aku tidak terlampau napsu menciumi lehernya agar tidak membekas yang dapat mencurigakan.


Demikian pun dengan Laila, ia menciumi semua wajah dan leherku dengan bibirnya, saat tersebut perasaan geli seakan-akan hendak memeluk Laila erat-erat sungguh tak tertahankan.


Sejenak lantas kami mengehentikan akivitas kami sebab handphone Laila berbunyi, “Kamu angkat dulu deh, siapa tahu suami kamu”, kataku seraya tersenyum.

“Oke”, jawabnya tersenyum pula.


Lalu Laila mengusung telpon dan memang benar dari Rian suaminya. Begitu tau dari suaminya, aku langsung mendekati dia, maksudnya untuk memperhatikan pembicaraan mereka dan menolong kalau-kalau Laila tidak dapat jawab.


Tapi aku tiba-tiba berubah benak dan mendekati Laila dan mendekap dia dari belakang seraya menjilati kupingnya.

Laila sempat berbalik dan memelototi aku namun aku tidak perduli. Aku tetap mendekati dia dan menjilati lehernya.


Membalaskan Cerita Sex


Tangankupun mulai menyusup ke dalam kaosnya dan lebih dalam lagi menyusup ke dalam BH-nya. Akupun dapat menjamah putingnya. Begitu aku menikmati putingnya, aku juga mulai memainkannya dengan jari-jari tanganku.


Sementara tersebut Laila telah tidak dapat mencegahku lagi, diapun mulai menikmatinya dan malahan dia membuka kaosnya dan duduk di sofa kembali.


Semua itu dilaksanakan sambil ia berkata dengan suaminya di telpon. Laila memberikan dalil bahwa dia sedang jalan-jalan di suatu gallery busana. Aku pun segera mencungkil baju dan celana panjangku.


Ketika Laila telah duduk di sofa, akupun mulai menciumi tetenya, aku meremas-remas payudara Laila dengan napsu, aku jilatin putingnya dan kadang aku gigit putingnya dengan bibirku. Aku lalu menyaksikan ke wajah Laila.. wahh.. wajah yang pasrah namun dia masih menyaksikan ke aku seraya memberi isyarat bahwa dia lagi telpon.


Sebenarnya dia telah tidak tahan lagi hendak melepas semuanya tapi sebab ia masih nelpon maka ia terpaksa menyangga semua gejolak tersebut.


Aku tau bahwa ketika ini dia sedang berjuang sekuat tenaga guna tidak berteriak ataupun mendesah sebab rangsanganku; yang Laila dapat lakukan ialah menggeliat-geliat tidak keruan berbaring di atas sofa di bawah tubuhku.



Ketika lantas telpon telah selesai, Laila langsung menerbitkan gejolak yang terbendung dari tadi, “Aahkk.. Harrii..”, teriak Laila.


“Gila anda ya her, tersebut tadi kan si Rian, bila aku kebablasan tadi gimana coba?”, katanya memarahi namun dengan nada menggoda.


Aku hanya tersenyum saja, “Tapi anda suka kan Lai?”

“Iya sih..”, lanjutnya tersenyum.


Lalu kami juga melanjutkan pekerjaan yang tertunda itu. Aku mulai membuka celana jeansku dan celana jeans Laila beserta dengan celana dalamnya. Aku menciumi paha Laila yang unsur kiri dan meremas pahanya yang kanan.


Aku jilatin seraya terus bergerak bergerak ke unsur selangkangannya. Selama tersebut juga tubuh Laila tidak dapat diam, tidak jarang kali bergerak dan mendesah. Sampai kesudahannya aku menjilati pas di memeknya Laila.


Aku terus melakukan pekerjaan ini dengan sarat napsu, aku memainkan itilnya seraya kadang-kadang aku hisap dalam-dalam dan aku kulum dengan bibirku.


Selama aku mengerjakan ‘serangan’ untuk Laila, dia terus berteriak, mendesah, dan mengurangi kepalaku kuat-kuat seolah-olah tidak mau tidak mempedulikan kepalaku pindah dari selangkangannya.


CERITA SEX DENDAM ISTRI TEMAN KANTOR KU


Suara yang dimunculkan oleh Laila menciptakan aku tambah bergairah dalam mengerjakan kegiatanku tersebut. Aku menjilati memek Laila kian liar, aku permainkan memeknya hingga dalam dengan lidahku dan jari-jari tanganku pun mulai masuk ke dalamnya hingga akhirnya.. aku menikmati kaki Laila mengapit kepalaku dan tangannya mengurangi kepalaku paling kuat serta pinggulnya tampak menggelinjang dengan dahsyat.


“Aahh, Heru, uhh”

Ternyata Laila sudah menjangkau klimaksnya yang kesatu dalam permainan ini. Aku menyaksikan sebentar ke arah Laila dan dia menatapku seraya tersenyum.


“Kamu hebat Heru, aku suka sekali”, katanya.

“Masa sihh? Aku masih belum apa-apa nih”, jawabku sambil menghirup bibirnya.


“Aku maenin yah kontolmu?”,

“Itu yang aku tunggu sayang”, bisikku di telinganya



Maka akupun segera memungut posisi duduk bersandar di sofa dan dia perlahan mulai jongkok di hadapanku. Mula-mula ia membelai kontolku dengan tangannya, kontolku dibelai olehnya dari bijinya hingga ke ujung kepala kontolnya.


Lalu ia mulai menjulurkan lidahnya ke ujung kontolku. Begitu lidahnya menyentuh kontolku, aku merasa agak tidak banyak geli. Kemudian Laila langsung memasukkan semua kontolku ke dalam mulutnya.


Wah, perasaanku saat tersebut benar-benar nikmat sekali, urat-urat kontolku yang bergesekkan dengan bibir dan lidahnya menyerahkan suatu sensasi yang susah untuk diungkapkan dengan kata-kata.


Saat tersebut yang dapat aku kerjakan hanyalah menggeliat-geliat kesenangan sambil membelai-belai rambutnya Laila. Terkadang giginya Laila menyentuh di antara bagian kontolku, sakit dikit sih, namun tersebut tidak memprovokasi sensasi nikmat yang diberikan.


Saat tersebut kontolku benar-benar diserahkan sensasi yang begitu dahsyat, titik-titik syaraf yang terdapat di semua kontolku tidak terdapat yang tidak tersentuh oleh bibir dan lidahnya Laila, benar-benar permainan yang menciptakan aku tidak bisa bertahan lama dan kesudahannya aku mulai menikmati sesuatu yang mendorong dari dalam dan mengeluarkannya.


“Ahh..”

Hanya itulah kata yang dapat keluar dari dalam mulutku ketika semuanya tertumpah keluar. Akupun tergeletak lemas tetapi terasa rilex banget dengan Laila bersandar di dadaku.


Cerita Sex Dendam Istri Teman Kantor


Tidak terdapat kata yang terbit dari mulut kami berdua ketika itu. Setelah diam sekitar sekitar 10 menit, Laila mulai meremas-remas kontolku lagi seraya memandangku.


“Kamu inginkan lagi ya Lai?”

“Hmm..”, jawabnya seraya terus meremas kontolku.


Diberi rangsangan laksana itu, tidak berapa lama lantas kontolku telah mulai kekar berdiri lebih tegak daripada tadi.


Berdasarkan keterangan dari pengalamanku dan kisah teman-teman, kontol seorang pria akan lebih kekar pada ronde kedua daripada ronde kesatu dan akan dilangsungkan lebih lama. Laila terus meremas-remas dan membelai kontolku lantas mengulumnya di dalam mulutnya.


Akupun mulai mencari-cari wilayah dada Laila guna memainkan pulang tetenya. Begitu aku mendapatkannya, langsung aja aku membaringkan Laila di sofa pulang dan melanjutkan mengulum puting susunya.


“Aacchh..”, Laila menjerit keras-keras saat aku menggigit-gigit putingnya

Rambutku diacak-acak olehnya dan dia memeluk erat-erat kepalaku di dadanya sampai-sampai aku agak kendala untuk bernapas.


Setelah puas memainkan dadanya, akupun pulang turun ke selangkangannya. Pertama-tama aku mainkan bulu-bulu yang mengitari selangkangannya, aku jilatin bibir memeknya dan aku mainkan itilnya.


Saat itu, Laila telah mendesah dan menggeliat-geliat tidak karuan. Aku sudah menikmati memeknya Laila telah basah lagi dan kelihatannya dia akan menjangkau klimaksnya kembali. Namun dengan segera aku menghentikan pekerjaan menjilatku dan berdiri.



“Kenapa Her..?”, tanyanya lemas.

“Ah, tidak”, jawabku tersenyum.


Kemudian aku membuka selangkangannya dan menunjukkan kontolku ke lubang itu. Mula-mula aku mengusap-usapkan ujung kontolku ke bibir selangkangannya dan pelan-pelan aku masukkan kontolku ke memeknya Laila.


“Aahh.. Her.. ayo..”, desah Laila.

“Aku masukkin yah sayang..”, kataku.


“Iyaah.. ohh.. c’mon honey..”

“Oke..”


‘Zleeb..’ kontolku langsung aku masukkan ke dalam memek Laila. “Aacchh..”, teriak Laila.


“Gimana sayang..?”, kataku seraya menciumi bibirnya.

“Harr.. ochh.. yesshh.. teruskann..”


Cerita Sex Dendam


Kemudian aku mulai menggerakkan kontolku dalam memeknya, aku putar, aku goyang dengan sekian banyak macam cara, pendek kata aku mengupayakan untuk memberikan kesenangan pada Laila dengan kontolku itu.


“Harr.. ah.. enak bangett.. uhh..”, desah Laila seraya memandangku

“Enak yah Lai..?”


“Iyah.. ohh.. goyang terus.. Her..”, Kami melakukannya dengan sarat gairah, kadang aku memungut posisi di atasnya menindih badannya seraya memegang telapak tangannya di telentangkan kiri kanan, kadang pun dia yang di atas menindih tubuhku dan aku memeluk dia erat-erat seraya meremas-meremas pantatnya dan dia terus bergoyang kadang berirama kadang tidak.


Sampai kesudahannya kami sama-sama menikmati ada sesuatu yang terbit dari diri kami masing-masing. Perasaan tersebut benar-benar adalahsensasi yang luar biasa untuk kami berdua.


Kamipun tergeletak lemas di sofa itu, Nina berbaring didekapan dadaku. Pengalaman ini betul-betul diluar dugaanku sebelumnya ternyata aku sudah mengkhianati temanku dengan meniduri istrinya dan mungkin pun pikiran Laila sama denganku bahwa ia telah mengkhianati suaminya melulu karena selingan belaka.


KINGSLOT96


“Lai, anda menyesal telah melakukannya denganku?”, tanyaku padanya.

“Sedikit sih terdapat perasaan menyesal, namun aku tau kok bila Rian tersebut sering selingkuh di belakangku”, jawabnya lagi.


“Jadi aku kerjakan ini karena hendak membalasnya saja.”

“Ohh begitu”


Tidak kusangka sama sekali, Rian yang aku kenal sebagai orang yang baik ternyata telah menyakiti istrinya sejumlah kali.


“Heru, kamu tidak boleh marah ya dengan kelakuanku ini”

“Tentu aja tidak”, jawabku tersenyum.


“Kalau kamu perlu sesuatu beda Heru aku mau kok tolong kamu.”

“Terima kasih ya”


Waktu jugalah yang mengasingkan kami Heru itu, setelah mencuci diri lantas Laila kembali meninggalkanku yang sarat dengan pikiran, apa yang bakal aku lakukan?


Apakah aku bakal terus bersangkutan dengan Laila? Apakah aku bakal berteman terus dengan Rian? Apakah yang bakal terjadi bila kami ketahuan Rian?


Pusing aku memikirkan urusan itu, kesudahannya aku putuskan guna menjaLaila saja semuanya cocok dengan alurnya nanti, tetapi yang tentu aku merasakan masa-masa bareng Laila tadi sore.


Dan kesudahannya akupun pergi istirahat dengan nyenyak malam tersebut memimpikan kejadian yang barangkali akan terjadi Heru-Heru berikutnya dengan Laila atau dengan siapapun.


TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Cluster Idaman

_*Rumah 3 Lantai 4 Kamar Tidur*_  _*by Grand Wisata Bekasi Member Of Sinar Mas Land*_ Attic House di kelilingi area jogging trac...